www.theindonesianinstitute.com

  • Pendaftaran
    *
    *
    *
    *
    *
    Fields marked with an asterisk (*) are required.

Staf

Staf

E-mail Cetak PDF

Personalia: Diana Paramita

 Keuangan : Rahmanita

 

 

 

 Administrasi : Melia Rahmi

 

 

 

 Sekretaris : Lily Fauziah

 

 

 

 Perpustakaan : Pak Anto

 

 

 

Program : Edy Kuscahyanto

 

 Community Relations : Suci Mayang

Adalah seorang arsitek yang tak sengaja masuk ke dunia aktivisme dan media massa. Semasa mahasiswa dia menjadi aktivis di Universitas Trisakti. Bersama kawan-kawannya termasuk Usman Hamid dll, ia termasuk motor gerakan reformasi di kampus Trisakti pada tahun 1998 yang berujung tumbangnya orde baru. Dia berada di tengah-tengah kerumunan massa ketika terjadi penembakan terhadap mahasiswa Trisakti yang mengakibatkan tewasnya tiga mahasiswa pada Selasa, 12 Mei 1998. Aktif sebagai pengurus Senat Mahasiswa Trisakti dan pers kampus semasa reformasi ini yang membawa dia masuk ke dunia media massa. Awalnya bekerja sebagai reporter lepas di Radio MSTRI FM antara tahun 1997-1998. Tahun 2000 dia bergabung dengan Kantor Berita Radio 68H sebagai Reporter, kemudian Produser dan penanggung jawab program kerjasama external.

Lulus dari Universitas Trisakti jurusan Arsitektur Sipil, membuat dia tak bisa lepas dari dunia rancang bangun. Tahun 2003, ia dinobatkan sebagai pemenang kedua dalam lomba arsitektur  revitalisasi gedung “Kunstkring Gebouw” Menteng, yang diselenggarakan komunitas pencinta bangunan kuno Walibatu, dan Pemerintah Daerah DKI Jakarta. Dalam lomba ini, dia menjadi satu-satunya pemenang perempuan sekaligus termuda.

Tahun 2004  ia terlibat dalam pembuatan peta hijau Jakarta Kota. Inisiator kelompok ini adalah para arsitek muda ibukota yang tergabung dalam kelompok green map. Perempuan kelahiran Jakarta 23 April 1974 ini juga ikut mendirikan Komisi Darurat Kemanusiaan (KDK), untuk membantu korban tsunami Aceh akhir tahun 2004. Setelah lebih dari tujuh tahun menjadi jurnalis profesional, tahun 2008 dia bergabung dengan The Indonesian Institute, sebuah lembaga Penelitian Kebijakan Publik yang dipimpin oleh Dr. Anies Baswedan. Awalnya, dia menempati posisi sebagai Media Relation Officer. Selain itu, dia juga sempat menjadi produser program Talkshow “Dialog Aktual” di TVRI yang diselenggarakan oleh The Indonesian Institute.

Pada 18 Juli 2009, Bersama Anies Baswedan, Goenawan Mohamad, Fiktri Jufri, Wimar Witular, Jaleswari Pramodhawardani  dll, Suci mayang Ikut mendeklarasikan Masyarakat Indonesia Anti kekerasan. Deklarasi ini merupakan penolakan keras terhadap apa yang telah dilakukan teroris dalam Bom Marriot II,  17 Juli 2009. Kini, dia menjadi Community Relation Manager  di The Indonesian Insitute. Dengan tujuan memberdayakan masyarakat Indonesia ke arah yang lebih baik, sesuai visi dan misi The Indonesian Institute. Untuk memperdalam pemahaman mengenai dunia bisnis dan kemasyarakatan, Suci Mayang Sari kini tengah mengejar tesis untuk meraih gelar Master of Corporate Social Responsibility (CSR), di Universitas Trisakti.Dengan modal ini, dia berniat mengembangkan idealisme yang telah dia rintis sejak mahasiswa.

Suci Mayang memiliki pemikiran yang terbuka, pekerja keras, dan cepat belajar. Menyukai buku antara lain “Saman” Ayu Utami, “Sex and The City” Candace Bushnell, ‘The Unbereable Lightness of Being” Milan Kundera, “The Age of Turbulence” Alan Greenspan, “Freakonomics” Stephen Dubner & Steven Levitt, “The Kite Runner” Khaled Hosseini. Dalam soal film, antara lain dia menggemari karya klasik Francis Ford Copolla “The Godfather I s/d III”, “In The Mood for Love” dan “Eros” Wong Kar Wai, dan “Berbagi Suami” Nia Dinata. Suka mendengarkan Sting, Oasis, Queen, The Beatles, Norah Jones. Di sela-sela kerja, kuliah dan aktivitasnya, dia sesekali menggambar sketsa.

 

 

 

 

Database : Usman

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pendukung : Adib Abdillah, Azhari, sugiyanto, Heiz Maruanaya, Gunawan, Mursidi, Agus Sutrisno.

Terakhir Diupdate ( Jumat, 04 Juni 2010 07:58 )
 
You are here: Home Profil Staf