PENELITIAN & PELATIHAN
RISET BIDANG SOSIAL
 

By wiwan, on 18-04-2008 12:19

Views : 1063

Indonesia secara konsisten telah menempati ranking bagian bawah dalam laporan-laporan mengenai kualitas pembangunan manusia dalam tahun-tahun belakangan ini. Untuk waktu yang lama, proses pembangunan Indonesia dipusatkan pada peningkatan angka-angka agregat-agregat ekonomi.

Fokus Kajian Bidang Sosial
 
Perhatian yang memadai sejauh ini belum banyak diberikan pada perbaikan kualitas pendidikan, penyediaan layanan kesehatan yang berkualitas bagi seluruh masyarakat, pengentasan kemiskinan dan masalah kependudukan, pelestarian lingkungan hidup, penciptaan keseimbangan yang sehat dalam hubungan ketenagakerjaan, pembangunan yang menempatkan isu gender dengan positif, serta perlindungan dan jaminan kesejahteraan anak-anak yang adalah masa kini dan masa depan bangsa.
 
Sementara tak diragukan bahwa telah dihasilkan beberapa kemajuan pada masalah-masalah tersebut di waktu yang lampau, namun krisis ekonomi dan serangkaian kesalahan pengelolaan telah merusak sebagian dari pencapaian-pencapaian tadi. Krisis kepemimpinan dan kesepakatan pada tingkat nasional dan lokal telah lebih jauh lagi menyebabkan sebuah kemunduran yang berarti. Masalah-masalah penting ini adalah juga bidang-bidang kajian dari TII.
 
TII Memahami Pentingnya Peran Stakeholder
 
Pemerintah, Kalangan Bisnis dan Profesional, Kalangan Akademisi, Lembaga Swadaya Masyarakat, Lembaga Donor, dan Masyarakat Sipil mempunyai kepentingan dan dorongan untuk memperbaiki pembangunan bidang-bidang sosial tersebut di atas. Para pemangku kepentingan (stakeholders) diharapkan dapat menghasilkan kebijakan, langkah, dan program yang strategis, efisien dan efektif dalam mengentaskan masalah-masalah sosial yang dialami oleh masyarakat.
 
TII berkeyakinan bahwa kebijakan dan program yang mumpuni memerlukan kajian-kajian mendalam sebelum dirumuskan dalam butir-butir kebijakan, rencana, dan langkah program. TII juga berkeyakinan bahwa kebijakan, rencana dan program yang kredibel biasanya dihasilkan melalui sinergi positif dan interaksi di antara semua pemegang-pemegang kepentingan.
 
Oleh karena itu, di dalam menjalankan riset di bidang sosial, TII berusaha untuk mendorong dialog dan pertemuan di antara tiga segmen besar: pejabat publik, kalangan bisnis/profesional/akademik/donor, serta masyarakat sipil.
 
 
KERJA SAMA THE INDONESIAN INSTITUTE
 
Divisi Riset Bidang Sosial di The Indonesian Institute berkomitmen untuk bekerja sama dengan lembaga dan stakeholders dalam bentuk-bentuk riset/kajian sebagai berikut:
 
(1) Kajian Kebijakan
 
Analisis dan rekomendasi terkait bidang sosial yang ditekuni oleh lembaga dan stakeholders; berupa:
-Policy Brief
-Policy Assessment
 
(2) Explorative Research
 
-Kajian untuk menggali pemahaman konseptual (apa, bagaimana, dan mengapa) dengan mengeksplorasi topik yang terkait dengan bidang pendidikan, kesehatan, kemiskinan, kependudukan, lingkungan hidup, gender dan anak yang menjadi fokus lembaga dan stakeholders.
 
(3) Mapping & Positioning Research
 
-Kajian untuk pemetaan kebijakan atau program di bidang pendidikan, kesehatan, kemiskinan, kependudukan, lingkungan hidup, ketenagakerjaan, gender, dan anak.
-Kajian untuk positioning lembaga dalam di bidang pendidikan, kesehatan, kemiskinan, kependudukan, lingkungan hidup, ketenagakerjaan, gender dan anak.
 
(4) Need Assessment Research
 
-Analisis Kebutuhan bagi lembaga atau stakeholders yang akan menyusun rencana kebijakan atau program-program di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, ketenagakerjaan, gender, dan anak.
 
(5) Program Evaluation Research
 
-Evaluator eksternal bagi program-program di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, ketenagakerjaan, gender, dan anak yang sedang atau telah dijalankan oleh lembaga atau stakeholders.
 
(6) Survei Indikator
 
-Survei penilaian indikator-indikator di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, ketenagakerjaan, gender, dan anak yang menjadi fokus lembaga dan stakeholders.
 
 
 
 
 
KONTAK
 
Untuk informasi dan kontak lebih lanjut, silakan menghubungi :
 
Endang Srihadi
HP. 0856 103 7278
 
Antonius Wiwan Koban
HP. 0815 877 8712
 
 
 
Suci
HP. 0812 8394 160
 
 
 
THE INDONESIAN INSTITUTE
Jl. K.H. Wahid Hasyim No. 194
Jakarta Pusat 10250
Tel. 021 3905558 (hunting)
Fax. 021 31907814
e-mail: Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
User comments Print Send to friend Read more...
RISET BIDANG BISNIS
 

By wiwan, on 18-04-2008 12:12

Views : 1041

Setelah melalui serangkaian reformasi ekonomi, Indonesia kini menjadi pasar potensial bagi berbagai sektor industri. Besarnya pasar, serta ekonomi yang terus bertumbuh telah memicu banyak perusahaan-baik asing maupun domestik- untuk beroperasi di tanah air. Akibatnya, persaingan bisnis menjadi semakin meningkat. Hal ini terjadi hampir di setiap sektor industri.

Tajamnya persaingan, ditunjang dengan lingkungan makro yang sangat dinamis menuntut perusahaan untuk melakukan pengukuran pasar yang menyeluruh untuk memperoleh manfaat atas peluang yang ada. Padahal di lain pihak, persaingan memaksa dunia usaha untuk menentukan pilihan strategis dalam mempertahankan, bahkan memperbesar pangsa pasarnya.
 
Analisis bisnis merupakan solusi dalam perencanaan stratejik korporat untuk membuat keputusan yang dapat diandalkan. Dunia usaha membutuhkan analisis yang komprehensif dalam rangka meminimalisir risiko potensial, sehingga pada saat yang sama dapat meningkatkan nilai bisnisnya.
 
Divisi Riset Kebijakan Bisnis TII hadir untuk membantu para pemimpin perusahaan dengan memberikan berbagai rekomendasi praktis dalam proses pengambilan keputusan.
 
 
PELAYANAN YANG KAMI TAWARKAN
 
(1) Analisis Keuangan Perusahaan
 
TII percaya bahwa pengambilan keputusan keuangan perusahaan selalu berorientasi pada return-risk yang optimal.
 
TII melakukan analisis keuangan untuk membantu manajemen dalam menentukan kelayakan pembiayaan proyek ataupun bisnis. Analisis juga mencakup kajian risiko keuangan yang dihadapi perusahaan.
 
TII juga membantu manajemen dalam memperoleh gambaran tentang kinerja serta perilaku keuangan perusahaan.
 
 
(2) Konsultansi Perencanaan Korporat
 
TII percaya bahwa bisnis selalu berorientasi pada masa depan. Karena itu, perusahaan harus memiliki perencanaan bisnis yang konkrit dan didasarkan pada analisis yang menyeluruh, karena perkembangan bisnis ditentukan oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Semua ini harus dilakukan perusahaan agar bisnisnya mampu bertahan dan bertumbuh.
 
TII memiliki kemampuan dalam melakukan riset ekonomi dan industri, yang bertujuan memperoleh gambaran tentang prospek berbagai industri dan kondisi ekonomi. Analisis yang dilakukan TII mencakup peramalan (forecasting) atas obyek kajian.
 
TII juga melakukan evaluasi kinerja (performance assessment) dari masing-masing fungsi yang terdapat dalam perusahaan sebagai bahan masukan bagi manajemen dalam mengambil keputusan.
TII membantu perusahaan dalam melakukan valuasi bisnis, untuk memperoleh gambaran tentang nilai perusahaan yang wajar (fair value). Hasil analisis diperoleh berdasarkan pada peramalan atas perkembangan bisnis yang dinilai.
 
Di era berkembangnya strategi merjer dan akuisisi seperti sekarang ini, memperoleh nilai yang wajar merupakan syarat mutlak dalam menciptakan transaksi bisnis yang menguntungkan kedua belah pihak.
 
TII juga membantu perusahaan dalam melakukan valuasi atas aset tak berwujud, seperti valuasi merek (brand valuation). Analisis diperlukan untuk memperoleh gambaran tentang nilai aset yang wajar (fair value).
 
 
(3) Analisis Pemasaran Strategis
 
Semakin tajamnya persaingan cenderung membuat perusahaan melakukan aktivitas pemasaran yang ekspansif. Namun TII percaya bahwa upaya setiap perusahaan berorientasi pada strategi pemasaran yang efektif.
 
TII membantu perusahaan dalam merancang program aktivitas pemasaran strategis untuk mencapai hasil optimal. Kajian ini mencakup analisis strategi dan taktik pemasaran.
 
TII juga membantu perusahaan mendisain program Corporate Social Responsibility (CSR) yang strategis, sehingga perusahaan mampu menjalankan fungsi sosial dan bisnisnya pada saat bersamaan.
 
Kami memiliki tim analis yang berpengalaman dalam memberikan layanan bagi berbagai perusahaan, baik perusahaan multinasional, nasional, maupun milik negara (BUMN) yang beroperasi dalam berbagai sektor industri.
 
 
 
 
KONTAK
 
Untuk informasi dan kontak lebih lanjut, silakan menghubungi :
 
Nawa Thalo
HP. 0818 863 881
 
 
 
Suci
HP. 0812 8394 160
 
 
THE INDONESIAN INSTITUTE
Jl. K.H. Wahid Hasyim No. 194
Jakarta Pusat 10250
Tel. 021 3905558 (hunting)
Fax. 021 31907814
User comments Print Send to friend Read more...
RISET BIDANG EKONOMI
 

By wiwan, on 18-04-2008 12:03

Views : 1173

Ekonomi cenderung menjadi barometer kesuksesan pemerintah sebagai pembuat kebijakan. Dengan demikian, dapat diartikan bahwa popularitas pemerintah sangat ditentukan oleh kemampuannya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 
Peningkatan kesejahteraan bukanlah sebuah pekerjaan sederhana. Keterbatasan sumber daya membuat pemerintah kerapkali menghadapi hambatan dalam menjalankan kebijakan yang optimal bagi seluruh lapisan masyarakat.
 
Di sisi lain, semakin meningkatnya daya kritis masyarakat memaksa pemerintah untuk melakukan pengkajian yang sangat cermat dan membutuhkan upaya ekstra pada setiap proses penentuan kebijakan. Bahkan, kajian tidak terhenti ketika kebijakan mulai diberlakukan.
 
Kajian harus terus dilaksanakan sebagai upaya evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan. Dalam hal ini, ilmu ekonomi memainkan peran utama dalam membantu pemerintah untuk mencapai tujuan kebijakan.
Divisi Riset Kebijakan Ekonomi TII hadir bagi pihak-pihak yang menaruh perhatian terhadap kondisi ekonomi publik. TII mampu mengaplikasikan analisis ekonomi ke dalam bentuk yang sangat “riil”.
 
TII melakukan analisis secara teoritis-akademis, namun menyajikannya dalam bentuk yang sangat praktis. TII berorientasi pada hasil yang dapat dimengerti, dapat dipertanggungjawabkan secara akademis, dan dapat diterapkan.
 
Didasari atas keyakinan itulah, hasil kajian TII akan membantu para pengambil kebijakan, regulator, bahkan lembaga donor dalam setiap proses pengambilan keputusan.
 
PELAYANAN YANG KAMI TAWARKAN
 
(1) Analisis Kebijakan
 
Selain melakukan kajian atas kebijakan yang akan diambil, TII juga melakukan evalusi terhadap kebijakan yang telah ditempuh. TII melakukan dan menyediakan analisis secara menyeluruh, mulai dari latar belakang ekonomis hingga dampaknya terhadap pihak-pihak terkait. TII juga mengidentifikasi berbagai opsi yang mungkin tersedia bagi pembuat kebijakan.
 
(2) Kajian Prospek Sektoral dan Regional
 
TII melakukan kajian prospek, baik secara sektoral maupun regional. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan berbagai sektor industri yang ada, baik di dalam maupun luar negeri. TII juga melakukan peramalan (forecasting) terhadap obyek kajian. Hasil kajian akan sangat berguna dalam memberikan rekomendasi kebijakan terkait perkembangan ekonomi masing-masing sektor dan wilayah yang dikaji.
 
(3) Evalusi Program
 
TII melakukan evaluasi atas berbagai program pengembangan ekonomi yang dilaksanakan berbagai lembaga donor. Hasil kajian akan memberikan gambaran tingkat efektivitas dan mengukur dampak dari berbagai program yang dijalankan.
 
(4) Survei Ekonomi
 
TII juga melakukan survei ekonomi. Survei meliputi persepsi atas kondisi, tingkat kepuasan, serta survei kebutuhan dan keinginan publik. Sebagai lembaga yang sudah sangat berpengalaman dalam melakukan survei, TII selalu memprioritaskan penggunaan metodologi, sehingga menghasilkan tingkat akurasi yang tinggi.
 
 
KONTAK
 
Untuk informasi dan kontak lebih lanjut, silakan menghubungi :
 
Nawa Thalo
HP. 0818 863 881
 
 
 
Suci
HP. 0812 8394 160
 
 
THE INDONESIAN INSTITUTE
Jl. K.H. Wahid Hasyim No. 194
Jakarta Pusat 10250
Tel. 021 3905558 (hunting)
Fax. 021 31907814
User comments Print Send to friend Read more...
SURVEI PILKADA
 

By Administrator, on 18-04-2008 11:58

Views : 1091

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan dan ditawarkan oleh TII adalah survei pra-pilkada. Ada beberapa alasan yang mendasari pentingnya pelaksanaan survei pra-pilkada, yaitu:

Pilkada adalah proses demokrasi yang dapat diukur, dikalkulasi, dan diprediksi dalam proses maupun hasilnya.
 
Survei merupakan salah satu pendekatan penting dan lazim dilakukan untuk mengukur, mengkalkulasi, dan memprediksi bagaimana proses dan hasil pilkada yang akan berlangsung, terutama menyangkut peluang kandidat. Sudah masanya meraih kemenangan dalam pilkada berdasarkan data empirik, ilmiah, terukur, dan dapat diuji.
 
 
Manfaat Survei Pilkada
 
Sebagai salah satu aspek penting strategi pemenangan kandidat pilkada, survei bermanfaat untuk melakukan pemetaan kekuatan politik. Dalam hal ini, tim sukses semestinya membuat survei untuk: (1) memetakan posisi kandidat di mata masyarakat; (2) memetakan keinginan pemilih; (3) mendefinisikan mesin politik yang paling efektif digunakan sebagai vote getter; serta ( 4) mengetahui media yang paling efektif untuk kampanye.
 
 
Pentingnya Survei
 
Tim sukses harus mengandalkan survei untuk menentukan strategi pemenangan kandidat.
 
 
Untuk mengetahui bagaimana peta/sebaran dukungan dan preferensi pemilih terhadap kandidat berdasarkan aspek: wilayah, usia, jenis kelamin, pekerjaan, agama, afiliasi keagamaan dan organisasi sosial, serta tingkat sosial-ekonomi.
 
Untuk mengetahui bagaimana tingkat popularitas kandidat di masyarakat, baik pada masa pra-kampanye maupun pada masa kampanye menjelang pemilihan.
 
Melalui survei, tim sukses akan dapat memperkirakan seberapa besar dana yang diperlukan untuk membiayai kampanye.
 
Melalui survei tim sukses dapat mengemas pencitraan kandidat sesuai dengan ideal yang diharapkan pemilih dan dapat menggunakan media kampanye yang tepat.
 
Untuk mengidentifikasi isu-isu strategis yang berkembang di masyarakat sebagai bahan kampanye kandidat dan dapat menyusun program kampanye sesuai kehendak pemilih.
 
Untuk mengetahui besaran peluang atau probabilitas menang kandidat dalam pilkada.
Sarana ”sosialisasi” kandidat kepada masyarakat.
 
 
Berapa Kali Survei Diadakan
 
Survei perlu diadakan minimal 3 kali sebelum hari H pilkada dilakukan.
 
 
Survei pertamasebaiknya dilakukan secepat mungkin. Sebab kandidat yang tahu situasi lebih cepat memiliki kemungkinan menang lebih besar. Survei pertama ini digunakan untuk mengukur modal dasar yang dimiliki kandidat dan mengukur harapan masa pemilih. Survei pertama dipakai sebagai dasar pencitraan kandidat, dan strategi pemasaran dan pemenangan kandidat.
 
 
Survei keduadiadakan 3-2 bulan setelah tim sukses bergerak memasarkan kandidat (berkampanye). Survei ini digunakan untuk mengetahui seberapa efektif strategi kampanye yang telah dilakukan.
 
 
Survei ketigadiadakan pada saat pelaksanaan kampanye pilkada. Survei ini digunakan untuk mengetahui seberapa efektif strategi kampanye dan upaya pemenangan yang telah dijalankan. Juga untuk menilai berapa kira-kira perolehan suara kandidat dalam pilkada nanti.
 
 
Mengapa Survei Pra-Pilkada TII?
 
 
Dalam melakukan survei, TII telah memiliki jaringan strategis, baik di kalangan universitas, lembaga survei, pemerintah daerah, maupun partai politik.
 
 
Pengalaman TII dalam Survei Pilkada
 
 
Hal tersebut di atas, diperkuat oleh pengalaman TII dalam melakukan beberapa kali survei pilkada, sebagai berikut:
 
 
1.Survei Pilkada DKI Jakarta, Desember 2005-Januari 2006 (Tahap I)
2.Survei Pilkada Kabupaten Musi Banyuasin, Juni-Juli 2006 (Tahap I)
3.Survei Pilkada Kabupaten Musi Banyuasin, Nov-Des 2006 (Tahap II)
4.Survei Pilkada DKI Jakarta, Desember 2006-Januari 2007 (Tahap II)
5.Survei Pilkada Provinsi Bali, Februari-Maret 2007
6.Survei Pilkada DKI Jakarta, Mei-Juni 2007 (Tahap III)
7.Survei Pilkada Kota Lubuk Linggau, Agustus-September 2007
8. Survei Pilkada Kabupaten Empat Lawang, Mei 2008
 
 
 
 
KONTAK
 
Untuk informasi dan kontak lebih lanjut, silakan menghubungi :
 
 
Aly Yusuf
HP. 0812 929 7357
 
 
 
Endang Srihadi
HP. 0856 103 7278
 
 
 
Suci
HP. 0812 8394 160
 
 
 
THE INDONESIAN INSTITUTE
Jl. K.H. Wahid Hasyim No. 194
Jakarta Pusat 10250
Tel. 021 3905558 (hunting)
Fax. 021 31907814
e-mail: Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
 
User comments Print Send to friend Read more...
PROGRAM PELATIHAN ANGGOTA DPRD
 

By wiwan, on 18-04-2008 11:44

Views : 1085

Latar Belakang

Berakhirnya sentralisme kekuasaan menjadi berkah sekaligus tantangan bagi daerah. Di satu sisi memungkinkan munculnya prakarsa, aspirasi serta inisiatif pemerintah dan masyarakat daerah untuk mengelola dan kemajemukan masyarakat daerahnya masing-masing. Di sisi lain implementasi otonomi baik di tingkat kebijakan maupun pelaksanaannya, seringkali memunculkan beragam masalah.

Terbitnya perda-perda “bermasalah”, tuntutan pemekaran wilayah yang tak terkendali, atau menguatnya fanatisme daerah adalah sejumlah contoh kasus yang mengemuka akhir-akhir ini. Kuat sekali kesan bahwa daerah seakan “kebablasan” dalam memaknai kewenangan yang tiba-tiba dimilikinya. Demikiankah ?

Tentu meletakkan generalisasi di sini juga tidak tepat, sebab di banyak tempat, otonomi terlaksana secara wajar dan rasional. Itulah sebabnya pertanyaan sentral yang selalu muncul adalah bagaimana kesiapan daerah untuk memaknai otonomi yang dimilikinya.
 
Di titik inilah kapasitas unsur pemerintahan daerah, termasuk DPRD menjadi vital. Mengingat fungsi DPRD sebagai pengetok palu terakhir dalam pembuatan peraturan daerah. Lembaga ini punya peran besar dalam menentukan kearah mana dan sejauh mana otonomi dilaksanakan di daerahnya.
 
Mengapa Penguatan Kapasitas DPRD ?
 
Peran dan fungsi DPRD sangat penting dalam mengawal lembaga eksekutif daerah, serta untuk mendorong dikeluarkannya kebijakan-kebijakan publik yang partisipatif, demokratis, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
 
Dengan demikian anggota DPRD provinsi/kabupaten dituntut memiliki kapasitas yang kuat dalam memahami isu-isu demokratisasi, otonomi daerah, kemampuan teknik legislasi, budgeting, politik lokal dan pemasaran politik.
Dengan demikian pemberdayaan anggota DPRD menjadi penting untuk dilakukan. Agar DPRD mampu merespon setiap persoalan yang timbul baik sebagai implikasi kebijakan daerah yang ditetapkan oleh pusat maupun yang muncul dari aspirasi masyarakat setempat.
 
Atas dasar itulah, The Indonesian Institute mengundang Pimpinan dan anggota DPRD, untuk mengadakan pelatihan penguatan kapasitas DPRD.
 
Paket topik yang ditawarkan:
 
1.Politik Lokal dan Desentralisasi
2.Desentralisasi dan Otonomi Daerah
3.Hubungan Kelembagaan Pemerintah Daerah
4.Teknik Penyusunan Regulasi (legal drafting)
5.Teknik Formulasi Anggaran Kinerja (Performance Budgeting)
6.Manajemen dan Artikulasi Komunikasi Politik Massa
7.Manajemen Kebijakan Partisipatif
8.Pemilihan Kepala Daerah
9.Paket lain yang ditentukan sendiri oleh Calon Peserta.
 
Waktu Pelatihan
 
Pelatihan dilakukan selama 2-4 hari atau sesuai permintaan Calon Peserta.
 
Mengapa The Indonesian Institute ?
 
Narasumber yang kompeten
 
The Indonesian Institute memiliki fasilitator yang memiliki kompetensi dan ahli di bidangnya antara lain:
 
1.Jeffrie Geovanie
2.Rizal Mallarangeng
3.Rizal Sukma
4.Saiful Mujani
5.Anies Baswedan
6.Irman G. Lanti
7.Cecep Effendi
8.Effendi Ghazali
9.J. Kristiadi
10.Indra J. Piliang
11.M. Ichsan Loulembah
12.Hamid Basyaib
 
 
Jaringan yang strategis
 
Selain nama-nama diatas The Indonesian Institute juga memiliki jaringan yang luas untuk menghadirkan fasilitator dari akademisi Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Universitas Paramadina, praktisi atau pejabat yang berwenang dan kompeten di bidangnya sesuai dengan kebutuhan. The Indonesian Institute juga memiliki jaringan dengan lembaga donor yang ada di Indonesia.
 
 
 
Pengalaman Mengadakan Pelatihan
 
The Indonesian Institute telah memiliki pengalaman mengadakan berbagai pelatihan, diantaranya:
 
Maret 2005
·Pelatihan Political Marketing (Jakarta, dihadiri oleh 50 peserta dari seluruh Indonesia)
 
Mei 2005
·Pelatihan Political Marketing (Lampung, kerja sama dengan DPD PDIP Provinsi Lampung)
 
Oktober 2005
·Pelatihan Political Marketing (Jakarta, kerja sama dengan DPP Partai Demokrat)
 
April-November 2005
·Legal Drafting dan kajian tentang Perpres Bisnis Militer (kerjasama dengan USAID)
 
Maret-April 2006
·Legal Drafting RPP Pemekaran daerah (Jakarta, Medan, Makasar,Lombok-kerja sama dengan
Depdagri & DRSP-USAID
 
 
 
 
 
KONTAK
 
Untuk informasi dan kontak lebih lanjut, silakan menghubungi :
 
Aly Yusuf
HP. 0812 929 7357
 
Benni Inayatullah
HP. 0815 1952 6789
 
 
 
Suci
HP. 0812 8394 160
 
 
THE INDONESIAN INSTITUTE
Jl. K.H. Wahid Hasyim No. 194
Jakarta Pusat 10250
Tel. 021 3905558 (hunting)
Fax. 021 31907814
e-mail: Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
User comments Print Send to friend Read more...