ARTIKEL
Kecenderungan Peta Koalisi Pilpres
Politik
 

By Administrator, on 08-04-2009 00:00

Views : 1521


Oleh: Hanta Yuda AR Analis Politik dan Peneliti The Indonesian Institute, Jakarta . Media Indonesia, 8 April 2009 . Gayung politik bersambut, seolah ingin menandingi Golden Triangle Politics. Anas Urbaningrum (ketua DPP Partai Demokrat) juga meng gelindingkan wacana koalisi jembatan emas (golden bridge politics). Partai Demokrat pun gencar melakukan road show ke beberapa parpol papan tengah, seperti PKS, PKB, dan PAN. .
User comments Print Send to friend Read more...
Tantangan Demokrasi Presidensial
Politik
 

By Administrator, on 17-03-2009 00:00

Views : 1435


Hanta Yuda A.R, analis politik dan peneliti The Indonesian Institute, Jakarta Koran Tempo, 17 Maret 2009 Pemerintahan produk Pemilihan Umum 2009 diprediksi akan tetap berhadapan dengan multi-kekuatan partai di parlemen. Presiden dan wakil presiden terpilih kemungkinan besar akan berasal dari partai yang berbeda. Dua hal ini berpotensi besar akan menjadi katalisator bagi instabilitas demokrasi presidensial.
User comments Print Send to friend Read more...
Golkar: Electoral Strength and Dilemma
Politik
 

By Administrator, on 05-03-2009 00:00

Views : 562


Hanta Yuda AR, political analyst and researcher at the Indonesian Institute, Jakarta. The Jakarta Post, March 5, 2009 . It is predicted the Golkar Party will have difficulty meeting the target to garner 30 percent of the votes in the 2009 elections, at least according to several poll results. . In December 2008 the Indonesian Survey Institute (LSI) indicated that support for the Golkar Party had dramatically decreased to 13.3 percent, while support for the Democratic Party (PD) experienced a significant jump, to 23 percent. The position of Golkar is still below that of the Indonesian Democratic Party of Struggle (PDI-P), who has 17.7 percent. .
User comments Print Send to friend Read more...
Dinastitokrasi dan Oligarki Politik
Politik
 

By Hanta Yuda, on 12-02-2009 14:32

Views : 824

Oleh: Hanta Yuda AR. Peneliti Bidang Politik The Indonesian Institute

Opini KOMPAS. Jumat, 6 Februari 2009 http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/02/06/0027238/dinastitokrasi.dan.oligarki.politik

Kronisme dan nepotisme masih menjadi isu sentral politik era reformasi. Hal itu terlihat dari menguatnya kecenderungan para petinggi partai dalam menempatkan keluarganya pada posisi strategis dalam daftar calon anggota legislatif (caleg) Pemilu 2009. Fenomena politik keluarga ini tidak hanya terjadi di pusat, tetapi juga di daerah (caleg DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota).

 

User comments Print Send to friend Read more...
Suara Terbanyak dan Kualitas Keterwakilan
Politik
 

By Hanta Yuda, on 10-02-2009 00:00

Views : 1493

Oleh: Hanta Yuda AR, Peneliti dan Analis Politik The Indonesian Institute

Opini Jurnal Nasional. Rabu, 7 Januari 2009.

Di penghujung tahun 2008, konstalasi politik nasional dikejutkan oleh putusan Mahkamah Konstitusi (MK) membatalkan Pasal 214 UU No. 10/2008 tentang Pemilu yang memuat standar ganda dalam penetapan caleg. MK menyatakan bahwa Pasal 214 UU No 10 Tahun 2008 itu bertentangan den­gan makna substantif prinsip keadilan sebagaimana diatur dalam Pasal 28 d ayat 1 UUD 1945. MK akhirnya menetapkan suara terbanyak sebagai mekanisme tunggal dalam penentuan caleg terpilih.

 

User comments Print Send to friend Read more...
Demokrat (Tidak) Sulit Mandiri
Politik
 

By Hanta Yuda, on 09-02-2009 00:00

Views : 1102

Oleh: Hanta Yuda AR, Analis Politik dan Peneliti di The Indonesian Institute

Opini Media Indonesia. Kamis, 25 Januari 2007

Sinyal kuat sudah ditiup oleh Hadi Utomo, Ketua Umum DPP Partai Demokrat dalam pidato pembukaan rapimnas, bahwa Partai Demokrat secara perlahan akan melepaskan diri dari bayang-bayang ketua Dewan Pembina Partai sekaligus Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono.

User comments Print Send to friend Read more...
Menanti Debat Ala Amerika
Politik
 

By Benni, on 01-11-2008 19:13

Views : 1208

Jurnal Nasional, Jum'at, 31 Okt 2008

Diharapkan, debat yang terbentuk adalah debat yang efektif dan tidak sekadar mengumbar kepura-puraan atau mengandalkan retorika dan performance belaka.

User comments Print Send to friend Read more...
Logika Politik dalam RUU Pilpres
Politik
 

By Benni, on 01-11-2008 19:11

Views : 1206

Jurnal Nasional Rabu, 29 Okt 2008

Logika persentase itu adalah jalan pintas yang keliru. Partai-partai besar sebenarnya hanya ingin mencapai hasil pemilu presiden yang ideal, tetapi mengabaikan konfigurasi partai peserta pemilu.

User comments Print Send to friend Read more...
Iklan Politik: Simbol Ketidakpekaan Elite
Politik
 

By Administrator, on 23-09-2008 09:58

Views : 3574


Oleh: Adinda Tenriangke Muchtar
Harian KORAN JAKARTA. Sabtu, 30 Agustus 2008

 

Salah satu isu menarik terkait Pemilu 2009 adalah iklan politik di media massa. Jauh sebelum masa kampanye ditetapkan, beberapa kandidat giat beriklan, baik di media massa elektronik maupun cetak. Seperti Sutrisno Bachir, Wiranto, Prabowo, dan Rizal Mallarangeng.

Maraknya iklan kampanye politik di media massa juga menunjukkan kesadaran partai politik untuk dapat memenangi suara dari para pemilih dengan memanfaatkan media massa yang juga dipertimbangkan efisiensi dan keefektifannya dalam menjangkau masyarakat luas. Apalagi dengan penerapan sistem pemilihan langsung yang mendorong para peserta pemilu maupun pilkada untuk lebih gencar dalam menggalang suara dari pemilih. Dengan kata lain, para aktor politik, terutama partai, telah didesak sedemikian rupa untuk mempertimbangkan “selera pasar”, dalam hal ini masyarakat, khususnya ketika melakukan kampanye politik.

User comments Print Send to friend Read more...
Capres Independen dan Penguatan Presidensialisme
Politik
 

By Hanta Yuda AR, on 22-09-2008 20:30

Views : 1468

Oleh: Hanta Yuda AR. Harian JURNAL NASIONAL. Jumat, 19 September 2008
 
Dibukanya peluang bagi capres independen mesti satu paket dengan agenda penguatan presidensialisme, di antaranya memperkuat posisi presiden jika berhadapan dengan parlemen
Undang-undang Nomor 23 tahun 2003 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dianggap penghalang bagi warga negara untuk mencalonkan diri sebagai presiden dan wakil presiden dari jalur independen. Khususnya pasal 1 ayat (6), pasal 5 ayat (1), dan pasal 5 ayat (4), - yang menutup kemungkinan pasangan capres dan cawapres independen - dianggap telah melanggar UUD 1945 pasal 6A ayat (2). Atas dasar itulah, UU No. 23/2003 di-ujimateril-kan (judicial review) ke Mahkamah Konstitusi.
User comments Print Send to friend Read more...
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 Berikutnya > Akhir >>

Hasil 1 - 15 dari 31