Berita


Saturday, 31 May 2008
JAKARTA (Suara Karya): Naik turunnya popularitas Partai Golkar sangat bergantung pada kinerja pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.  Details...


Thursday, 08 May 2008
Anies Baswedan could well be unaware of just how many people he has wowed, including, on two occasions, his aides.    Details...


Saturday, 26 April 2008
The Indonesian Institute proudly shares a great news. Anies Baswedan, our Executive and Research Director is listed in Foreign Policy Magazine as one of the Top 100 World Intellectuals. This is also an extraordinary ...  Details...


Tuesday, 18 March 2008
JAKARTA (SINDO) – Pengamat politik The Indonesian Institute Anies Baswedan berpendapat, hakim konstitusi harus mampu menunjukkan kemampuan dan profesionalismenya bagi kepentingan bangsa dan negara. Di samping harus ...  Details...


Monday, 28 January 2008
We are delighted to announce the winners of the first EFN Asia Awards. They are the Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII) and the Lion Rock Institute.    Details...


Sunday, 20 January 2008
Bandarlampung--RRI-Online, Lembaga kajian The Indonesian Institute (TII) berpendapat, perekrutan artis- artis ke partai politik masih efektif sebagai pengumpul suara (vote getter) dalam Pemilu legislatif tahun 2009, karena ...  Details...


Sunday, 13 January 2008
Bandarlampung - Lembaga kajian The Indonesian Institute (TII) menyebutkan masalah yang menyangkut mantan Presiden Soeharto, kontroversi Bung Karno dan pertikaian politik apa pun di masa lalu, sebaiknya dituntaskan dengan ...  Details...


Saturday, 12 January 2008
Tahun ini, sembilan hakim konstitusi secara serempak mengakhiri jabatannya. Sesuai UU No 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi (MK), yang berhak mengajukan calon hakim konstitusi adalah DPR, MA, dan Presiden, ...  Details...


Friday, 04 January 2008
Bandarlampung - Lembaga kajian The Indonesian Institute (TII) menyarankan agar hakim Mahkamah Konstitusi (MK) dipilih dari figur yang sungguh-sungguh nonpartisan karena keputusan yang diambil lembaga MK itu harus mencerminkan ...  Details...




Thursday, 27 December 2007
JAKARTA - Lembaga kajian The Indonesian Institute (TII) menyarankan agar modernisasi kemampuan militer Indonesia, terutama TNI Angkatan Laut-nya, disesuaikan dengan kebutuhan untuk mempertahankan integritas dan kedaulatan ...  Details...

 
Tanpa Rekonsiliasi, Pertikaian Politik Tak Selesai
 

By Antara News, on 13-01-2008 00:00

Views : 1506

Bandarlampung - Lembaga kajian The Indonesian Institute (TII) menyebutkan masalah yang menyangkut mantan Presiden Soeharto, kontroversi Bung Karno dan pertikaian politik apa pun di masa lalu, sebaiknya dituntaskan dengan melakukan rekonsiliasi sebagaimana dilaksanakan Nelson Mandela di Afrika Selatan.

"Tanpa rekonsiliasi, kontroversi dan pertikaian politik tak akan kunjung selesai. Berkaitan dengan penyelesaian masalah Pak Harto, kontroversi tentang Bung Karno atau pertikaian politik apa pun,sebaiknya kita belajar dari kebesaran hati seorang Nelson Mandela," kata Direktur Eksekutif TII, Jeffrey Geovanie, saat diminta tanggapannya atas masalah mantan Presiden Soeharto dan rekonsiliasi nasional, di Jakarta, Minggu.

Menurut Jeffrey , masa lalu semestinya dijadikan sebagai pembelajaran untuk membangun bangsa dan negara ke arah yang lebih baik di masa depan, dan bukan untuk melakukan pembalasan.

"Kalau masa lalu dilihat dengan keinginan melakukan pembalasan yang setimpal maka tindakan itu hanya akan mendorong kontroversi tersebut menjadi tak kunjung selesai," katanya.

"Sehubungan rekonsiliasi belum terwujud maka waktu dan tenaga kita sebagai sebuah bangsa terkuras habis untuk itu, dan pada akhirnya pencapaian kita ke depan lambat sekali, bahkan hampir diam di tempat," tambahnya.

Mengenai sosok yang seharusnya memimpin terwujudnya rekonsiliasi itu, ia mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah figur yang seharusnya memimpin bangsa Indonesia meninggalkan masa lalunya, serta memimpin bangsa dan negara ini memasuki masa depan yang lebih baik.

Senada itu, mantan Jamintel Syamsu Djalal juga mengharapkan rekonsiliasi politik terwujud untuk mendorong Indonesia ke arah yang lebih baik, termasuk memaafkan mantan Presiden Soeharto.

Dalam kesempatan terpisah, tokoh politik nasional, Amien Rais, meminta Presiden Yudhoyono segera melakukan terobosan hukum istimewa bagi mantan Presiden Soeharto, yang bermuara pada pengampunan terhadap penguasa Orde Baru itu.

Amien Rais mengusulkan pemberian hukuman istimewa, yang intinya mengembalikan semua kekayaan yang tidak legal, kemudian diberikan pengampunan.

Menurut dia, setelah hukum istimewa, lalu semua hal yang berkaitan dengan Soeharto dinyatakan "tutup buku" dan kemudian semua melihat ke depan.

Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kediamannya di Cikeas, Bogor, Sabtu (12/1), meminta kepada semua pihak untuk menghentikan polemik tentang masalah hukum mantan Presiden Soeharto yang saat ini masih terbaring sakit.

"Mari kira hentikan polemik, debat, silang pendapat yang kurang bijak dan kurang tepat diangkat saat ini," kata Presiden

   
Print
Send to friend

Users' Comments  
 

Average user rating

 


Add your comment
Name
E-mail
Title  
 
Comment
 
Available characters: 600
   Notify me of follow-up comments
  Mathguard security question:
8SI         G        
J M    J    4 9   JO8
RTQ   RG4   6AD      
K B    D      A   71O
4RB           3      
   
   

No comment posted



mXcomment 1.0.7 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelumnya   Berikutnya >