www.theindonesianinstitute.com

  • Pendaftaran
    *
    *
    *
    *
    *
    Fields marked with an asterisk (*) are required.

Opini TII Terkini

Biaya Pendidikan. Oleh Antonius Wiwan Koban, peneliti bidang Sosial, The Indonesian Institute.

Salam dan selamat datang di website baru TII

Mulai Juni 2010 ini, TII akan tampil dengan website terbaru kami. Tujuannya selain untuk lebih menghidupkan website dengan informasi yang lengkap tentang TII dari dulu hingga kini, kami juga ingin agar website ini dapat menjadi media interaktif TII dengan pihak luar.

Lewat website baru ini, kami juga ingin memperkenalkan program baru kami. Pertama, Opini Terkini TII (OTT). OTT merupakan opini para peneliti TII terkait dengan isu kebijakan publik dalam bentuk audio visual. OTT akan hadir rutin sekali setiap bulannya. Kedua, Wacana TII , yang merupakan tulisan singkat tentang isu aktual yang terjadi tiap minggunya, serta dampaknya terhadap kepentingan publik. Kedua program ini merupakan bagian dari kontribusi TII dalam hal pendidikan publik.

Kami harap dengan tampilan baru yang lebih segar, terkini, dan interaktif, TII dapat lebih meningkatkan kiprahnya dalam mendorong kebijakan publik yang lebih baik, serta memperluas jaringan dan jangkauannya, baik di Indonesia maupun di kancah internasional.

Selamat menikmati website baru kami. Semoga bermanfaat dan jangan sungkan untuk ikut berpartisipasi dan memberikan saran dan kritik kepada kami.

 

Adinda Tenriangke Muchtar

Direktur Program

Volume V No. 05 - September 2010 (English)

The Jakarta congestion problem reemerged into public discussion. Jakarta has reached its maximum point of carrying capacity. Due to this congestion, the losses endured by the business sector reach a level of IDR 12.8 trillion per year. Another study shows that the average traffic speed of in this city is 20, 21 km / hr. Nearly 60 percent of the travel time is spent in congestion, while the remaining 40 percent is spent for the actual traveling. No wonder therefore if SITRAMP Study (2004) stated that economic losses due to congestion in the city in 2002 reached IDR 5.5 trillion, most of which allocted for costs of vehicle operations.

There is a number of analyses about the causes of congestion in Jakarta. First, the growth in the number of vehicles that is not balanced with the growth of roads. As a result, the roads are crowded, and at one point (2015) there will be a total congestion Second, the mass transportation system has not been developed. Besides unsafe and uncomfortable, the mass transportation has not been able to address the transportation needs of residents. The number of private vehicles has aggravated the complexity of public transportation vehicles in Jakarta.

 

Wacana

Ekonomika Sengketa Indonesia-Malaysia
Jumat, 03 September 2010

Pemerintah telah mengambil sikap tentang sengketa Indonesia-Malaysia. Dari pidato Presiden Yudhoyono yang disiarkan televisi pada Rabu, 1 September 2010, dapat kita simpulkan bahwa Pemerintah RI akan menjauhi kekerasan –apalagi perang- terhadap...
Selanjutnya...
You are here: Home

BUKU

ARTIKEL

UPDATE INDONESIA